Berita

Yasir Hasbi: Hoaks dan Disinformasi Sudah Sangat Meresahkan

111
×

Yasir Hasbi: Hoaks dan Disinformasi Sudah Sangat Meresahkan

Share this article

Sudah saatnya Aparat Penegak Hukum Harus Bertindak Tegas

Yasir Hasbi, S.H., M.H., mengingatkan bahwa maraknya penyebaran

hoaks dan disinformasi di media sosial telah menjadi fenomena yang

meresahkan masyarakat di Provinsi Jambi

Menurutnya, saat ini ruang digital seolah-olah memberikan “label

halal” bagi sebagian pihak untuk menyebarkan informasi yang belum

tentu benar tanpa memikirkan dampak hukum maupun dampak

sosial yang ditimbulkan

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Saat ini seolah-olah setiap orang

merasa bebas menyebarkan informasi apa saja tanpa verifikasi, tanpa

konfirmasi, dan tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan.

Padahal disinformasi dan berita bohong dapat merusak reputasi

seseorang, menciptakan persepsi yang salah, serta memicu

kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar Yasir Hasbi

Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dan kebebasan pers

harus tetap dihormati sebagai bagian dari demokrasi. Namun

kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan

tidak boleh digunakan sebagai tameng untuk menyebarkan informasi

yang tidak benar

“Kita menghormati kebebasan pers dan mendukung penuh kerja

jurnalistik yang profesional. Akan tetapi, kebebasan tersebut tidak

boleh disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, fitnah, maupun

informasi yang tidak berimbang. Demokrasi membutuhkan kritik

yang berbasis fakta, bukan propaganda yang dibangun di atas

informasi yang keliru,” tegasnya

Yasir Hasbi juga menghimbau kepada jajaran Kepolisian Daerah

Jambi agar memproses setiap laporan masyarakat yang memenuhi

unsur hukum terkait dugaan penyebaran berita bohong dan

disinformasi yang meresahkan publik.

“Kami menghimbau kepada Polda Jambi untuk menindaklanjuti

setiap laporan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku

Penegakan hukum yang profesional dan objektif diperlukan agar

ruang digital tidak menjadi tempat berkembangnya hoaks dan

disinformasi yang dapat mengganggu ketertiban umum serta

kondusivitas daerah,” katanya

Menurut Yasir, apabila penyebaran informasi bohong terus dilakukan

secara berulang dan sistematis, maka dampaknya bukan hanya

merugikan individu atau institusi tertentu, tetapi juga dapat

menurunkan kepercayaan publik terhadap berbagai lembaga serta

menimbulkan kegaduhan sosial yang berkepanjangan

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak

menggunakan media sosial. Periksa kebenaran informasi sebelum

membagikannya. Jangan mudah percaya pada narasi yang belum

terverifikasi. Kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan

tanggung jawab hukum dan moral,” tutup Yasir Hasbi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.