BeritaNasional

Kecelakaan Maut di Jembatan Pelayangan Mulai Terungkap, Anggota Polisi Diperiksa Propam

167
×

Kecelakaan Maut di Jembatan Pelayangan Mulai Terungkap, Anggota Polisi Diperiksa Propam

Share this article

AIUEO.CO.ID,BATANG HARI, — Kasus kecelakaan maut yang menewaskan Nur Samanik (60) di Jembatan Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, mulai menemukan titik terang. Polisi telah mengamankan dan memeriksa seorang anggota kepolisian berinisial AN yang diduga mengemudikan mobil Toyota Innova Reborn dalam peristiwa tersebut.

Kecelakaan terjadi pada Minggu dini hari, 27 September 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, Nur Samanik mengendarai sepeda motor Honda Kirana. Sepeda motor tersebut diduga terlibat kecelakaan dengan Toyota Innova Reborn berwarna hitam.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Batang Hari, Iptu Rauful Chaniago, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari AN, kecelakaan diduga terjadi ketika pengemudi mobil dalam kondisi mengantuk.

“AN diduga mengantuk saat mengendarai kendaraan roda empat jenis Innova Reborn warna hitam, sehingga kendaraan roda dua yang berada di depannya tertabrak,” kata Rauful.

Benturan tersebut menyebabkan Nur Samanik mengalami luka serius. Korban kemudian meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Pengemudi Diduga Meninggalkan Lokasi

Perkara kemudian berkembang setelah muncul dugaan bahwa pengemudi mobil meninggalkan lokasi kejadian seusai kecelakaan. Pengemudi juga diduga tidak memberikan pertolongan kepada korban.

Petugas selanjutnya melakukan penelusuran terhadap kendaraan yang terlibat. Salah satu petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian adalah nomor polisi kendaraan Toyota Innova Reborn tersebut.

Dari penelusuran itu, kendaraan diketahui berkaitan dengan AN, yang disebut bertugas di wilayah hukum Polsek Mersam.

AN kini telah diamankan Unit Propam Polres Batang Hari untuk menjalani pemeriksaan terkait kecelakaan tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, termasuk dugaan pengemudi meninggalkan lokasi setelah kecelakaan.

Keluarga Minta Proses Hukum Transparan

Peristiwa tersebut mendapat perhatian keluarga korban. Samsul Bahri, adik kandung Nur Samanik, sebelumnya menyampaikan kekecewaan atas kejadian yang menyebabkan kakaknya meninggal dunia.

Keluarga juga mempertanyakan adanya dugaan upaya menghilangkan atau mengaburkan barang bukti. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap seluruh fakta berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.

Keluarga meminta proses hukum dilakukan secara transparan, profesional, dan tidak pandang bulu. Mereka juga berharap status serta pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang terlibat ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena pihak yang diduga terlibat merupakan anggota kepolisian. Karena itu, proses pemeriksaan terhadap AN dinilai penting untuk memastikan perkara ditangani secara objektif dan sesuai ketentuan hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap AN masih berlangsung. Belum ada kesimpulan akhir mengenai seluruh rangkaian kejadian maupun pertanggungjawaban pidana dalam perkara tersebut.

Kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan kronologi kecelakaan secara utuh. Seluruh pihak tetap memiliki hak untuk memberikan keterangan dan klarifikasi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Media Vocal tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Dugaan keterlibatan AN dalam perkara ini belum merupakan putusan bersalah dan masih menunggu hasil resmi proses hukum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.