AIUEO.CO.ID,BATANG HARI — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Batang Hari mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengambil langkah darurat dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna menjaga keselamatan siswa dan tenaga kependidikan di tengah memburuknya kualitas udara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang Hari bersama Asisten I Setda Batang Hari turun langsung ke SMPN 21 Batang Hari, Senin (5/10/2026), untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar berjalan di tingkat sekolah.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda monitoring. Di tengah ancaman paparan kabut asap dan risiko gangguan pernapasan, pemerintah dituntut memastikan dua hal berjalan bersamaan: hak siswa untuk tetap mendapatkan pendidikan dan hak mereka untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman.
Sekda meninjau langsung pelaksanaan pembelajaran dari rumah yang dilakukan melalui sistem daring maupun penugasan terstruktur. Kepala sekolah bersama jajaran majelis guru turut menyampaikan pelaksanaan serta kesiapan sekolah dalam memastikan proses belajar tidak terhenti meski siswa tidak berada di ruang kelas.
Penerapan PJJ menjadi langkah preventif pemerintah untuk mengurangi aktivitas siswa di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum memungkinkan pembelajaran tatap muka berjalan secara normal.
Sekda Batang Hari menegaskan bahwa keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan menjadi pertimbangan utama. Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan udara yang buruk menjadi salah satu alasan diterapkannya pembelajaran dari rumah.
Namun, kebijakan PJJ juga membawa tantangan tersendiri. Pembelajaran daring membutuhkan kesiapan perangkat, jaringan internet, metode pengajaran, hingga kemampuan guru dan orang tua dalam mendampingi siswa. Karena itu, efektivitas kebijakan tersebut tidak cukup hanya diukur dari apakah siswa belajar dari rumah, tetapi juga dari apakah materi pembelajaran benar-benar sampai kepada mereka.
Sekda memberikan apresiasi kepada SMPN 21 Batang Hari yang dinilai cepat merespons kondisi tersebut dengan menyiapkan metode pembelajaran serta kebutuhan pendukung agar kegiatan belajar tetap berlangsung.
Kabut asap boleh memindahkan ruang kelas ke rumah, tetapi jangan sampai memutus proses pendidikan. Di sisi lain, keselamatan siswa tetap harus menjadi garis batas yang tidak boleh dikompromikan.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi kualitas udara dan efektivitas PJJ sebelum pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan.
Sebab, dalam situasi darurat seperti ini, pertanyaannya bukan hanya kapan siswa kembali ke sekolah, tetapi juga seberapa aman udara yang mereka hirup ketika kembali duduk di ruang kelas.(Redaksi)












