BeritaNasional

KEKERINGAN MENGINTAI, 100 RIBU MASKER DISIAPKAN PEMKOT JAMBI: WALI KOTA TURUN KE JALAN LINDUNGI WARGA

375
×

KEKERINGAN MENGINTAI, 100 RIBU MASKER DISIAPKAN PEMKOT JAMBI: WALI KOTA TURUN KE JALAN LINDUNGI WARGA

Share this article

AIUEO.CO.ID,KOTA,JAMBI — Kekeringan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Di tengah kondisi udara yang berpotensi memburuk, Pemerintah Kota Jambi mulai memperkuat langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari paparan debu dan partikel udara.

Senin (7/9/2026), pemandangan berbeda terlihat di kawasan Simpang Mayang, Kota Jambi. Wali Kota Jambi Maulana tidak hanya memberikan imbauan dari balik meja pemerintahan, tetapi turun langsung ke jalan dan membagikan masker kepada para pengendara.

Bersama Ikatan Wartawan Kota Jambi (IWAKO), sebanyak 5.000 masker KN95 dibagikan gratis kepada masyarakat yang beredar.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai memandang permasalahan kualitas udara sebagai sesuatu yang perlu diantisipasi sejak dini—bukan hanya ketika kabut asap sudah kasatmata.

100 RIBU MASKER SUDAH DISIAPKAN

Maulana mengungkapkan, Pemkot Jambi telah menyiapkan 100 ribu masker untuk masyarakat. Sebanyak 5.000 masker yang di antaranya langsung didistribusikan dalam kegiatan di kawasan Simpang Mayang.

“Berdasarkan data BMKG, kekeringan ini memang agak lama. Kita siapkan 100 ribu masker, namun hari ini kita sebar 5 ribu masker,” ujar Maulana.

Menurutnya, kondisi kekeringan membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih lagi, masyarakat seperti pengendara sepeda motor, pedagang kaki lima, pekerja lapangan hingga mereka yang sehari-hari berada di jalan memiliki potensi lebih besar terpapar debu dan partikel udara.

“Kalau yang di alam terbuka seperti ini tidak pernah pakai masker, kita khawatir ISPA terus meningkat. Sekarang ISPA masih naik,” katanya.

Maulana juga menyebutkan kondisi tersebut dengan risiko paparan PM2,5, terutama jika kualitas udara mengalami peningkatan polusi.

“Ini menunjukkan bahwa paparan risiko ISPU yang tinggi dengan PM2,5 yang tinggi dapat meningkatkan risiko ISPA,” jelasnya.

BUKAN SEKADAR BAGI-BAGI MASKER

Pembagian masker tersebut bukan sekedar kegiatan seremonial. Di tengah ancaman kekeringan dan potensi penurunan kualitas udara, perlindungan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dari upaya mitigasi.

Wali Kota berharap masker yang diberikan benar-benar digunakan, terutama saat masyarakat melakukan aktivitas di ruang terbuka.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat. Silakan digunakan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan,” tuturnya.

Pesannya sederhana: jangan menunggu udara memburuk dan kabut segera terlihat untuk mulai melindungi diri.

IWAKO TURUN BERSAMA PEMBOT

Ketua IWAKO Jambi Ali Ahmadi mengatakan, keterlibatan wartawan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi masyarakat.

Menurut Ali, pers tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang menyentuh kepentingan publik.

“Kami dari IWAKO Jambi tentu sangat mendukung langkah Pemerintah Kota Jambi dalam melindungi masyarakat dari dampak kualitas udara dan kondisi kekeringan.Pembagian masker ini sederhana, tetapi mudah-mudahan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ali.

Ia pun mengingatkan warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan agar tidak mengabaikan perlindungan diri.

“Teman-teman yang setiap hari berada di jalan dan beraktivitas di luar ruangan sangat rentan terhadap paparan debu dan polusi. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk membiasakan diri menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan,” ujarnya.

PEMERINTAH BERSIAGA, WARGA DIMINTA TIDAK LENGAH

Kegiatan di Simpang Mayang menampilkan satu hal penting: ketika kekeringan berlangsung lama, permasalahan lingkungan dapat beririsan langsung dengan aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, selain pendistribusian masker, kewaspadaan masyarakat terhadap perkembangan kualitas udara tetap diperlukan. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG menjadi langkah yang dapat dilakukan masyarakat.

Maulana dalam kegiatan tersebut didampingi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi Saleh Ridha, Kepala BPBD Kota Jambi Doni Sumatriadi, serta jajaran IWAKO Jambi.

100 ribu masker telah disiapkan. 5 ribu didistribusikan hari ini. Namun tantangan sesungguhnya bukan hanya berapa banyak masker yang matiarkan—melainkan seberapa efektif langkah antisipasi pemerintah dan kesadaran masyarakat menghadapi ancaman kualitas udara selama kekeringan masih berlangsung.(PH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.