BeritaPolitik

Mesin Golkar Makin Rapat di Pemayung, Hermansyah Dipasang di Garis Depan

114
×

Mesin Golkar Makin Rapat di Pemayung, Hermansyah Dipasang di Garis Depan

Share this article

AIUEO.CO.ID,BATANG HARI — Konsolidasi Partai Golkar Kabupaten Batang Hari kembali bergerak ke tingkat akar rumput. Musyawarah Kecamatan (Muscam) ke-12 Golkar Kecamatan Pemayung, Kamis (1/10/2026), bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi panggung untuk memperlihatkan seberapa rapat struktur partai sedang dibangun hingga ke desa.

Bertempat di kediaman Hermansyah, RT 01 Kubu Kandang, Muscam dihadiri Ketua DPD Golkar Kabupaten Batang Hari H. M. Jaffar, S.H., Bendahara DPD Dr. Ir. Riyamizard, S.T., M.T., Ketua AMPG Dedi Damhuri, jajaran pengurus DPD, serta kader dan perwakilan dari 18 desa dan 1 kelurahan se-Kecamatan Pemayung.

Di tengah momentum Hari Kesaktian Pancasila, Golkar justru memperlihatkan agenda politik organisasinya dengan memperkuat struktur dari bawah.

Hermansyah Aklamasi, Satu Kursi Kunci Terisi

Muscam akhirnya menetapkan Hermansyah secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Pemayung periode 2026–2031.

Penetapan tanpa lawan tersebut membuat kontestasi internal berakhir tanpa voting. Secara organisasi, mandat itu memberi Hermansyah tanggung jawab menggerakkan struktur Golkar di wilayah Pemayung selama lima tahun ke depan.

Ketua DPD Golkar Batang Hari H. M. Jaffar kemudian menyerahkan bendera partai kepada Hermansyah sebagai simbol mandat untuk menggerakkan organisasi hingga tingkat desa.

Jaffar menegaskan, konsolidasi tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

“Mesin partai harus menyala di setiap jengkal wilayah. Kita hadir membawa wajah muda, semangat baru, dan memanfaatkan kemajuan teknologi,” tegas Jaffar.

Pesan itu menunjukkan bahwa Golkar sedang menempatkan penguatan struktur sebagai bagian penting dari kerja politiknya.

Dari Muscam ke Peta Politik Pemayung

Yang menarik bukan hanya siapa yang terpilih, tetapi bagaimana proses tersebut berlangsung.

Hermansyah muncul sebagai figur yang mendapatkan dukungan aklamasi. Setelah mandat diberikan, ia secara terbuka menyatakan kesiapan memperkuat Golkar dan mendukung kepemimpinan H. M. Jaffar.

“Saya siap memimpin dengan semangat muda, bersinergi dengan semua pihak, berjuang penuh memenangkan Golkar,” ujar Hermansyah.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa konsolidasi organisasi di Pemayung mulai diarahkan ke agenda politik yang lebih besar.

Namun, struktur yang lengkap belum otomatis berarti kemenangan. Tantangan berikutnya justru berada di lapangan: apakah kepengurusan baru mampu mengubah konsolidasi organisasi menjadi kerja politik yang terukur, solid, dan diterima masyarakat.

Aklamasi Bukan Garis Akhir

Muscam memang telah selesai. Tetapi bagi Golkar, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai.

Dengan 18 desa dan 1 kelurahan yang menjadi wilayah kerja, Hermansyah kini memikul tugas membuktikan bahwa aklamasi bukan sekadar kesepakatan di ruang musyawarah.

Struktur harus hidup. Kader harus bergerak. Komunikasi dengan masyarakat harus terbangun. Dan setiap ranting harus memiliki fungsi politik yang nyata.

Di sinilah efektivitas kepemimpinan Hermansyah akan diuji.

Jika konsolidasi ini mampu diterjemahkan menjadi jaringan yang aktif hingga tingkat desa, Pemayung berpotensi menjadi salah satu simpul penting dalam kalkulasi politik Golkar Batang Hari.

Sebaliknya, jika struktur hanya kuat di atas kertas, Muscam hanya akan menjadi agenda organisasi tanpa dampak berarti terhadap peta politik di lapangan.

Karena itu, setelah bendera diserahkan dan kepengurusan ditetapkan, pertanyaan berikutnya jauh lebih besar:

Seberapa kuat Hermansyah menghidupkan mesin Golkar dari Kubu Kandang hingga 18 desa dan 1 kelurahan di Pemayung? 

Jawabannya tidak akan ditentukan di ruang Muscam, tetapi di lapangan. (Tim Media Vocal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.