BeritaNasional

BENTENG TEMBESI MENUNGGU SENTUHAN NEGARA : Pemkab Batang Hari Datangi Balai Pelestarian Kebudayaan, Revitalisasi Cagar Budaya Mulai Didorong Lebih Serius

85
×

BENTENG TEMBESI MENUNGGU SENTUHAN NEGARA : Pemkab Batang Hari Datangi Balai Pelestarian Kebudayaan, Revitalisasi Cagar Budaya Mulai Didorong Lebih Serius

Share this article

AIUEO.CO.ID,BATANG HARI,  — Warisan sejarah tidak boleh berhenti menjadi cerita. Di tengah tuntutan menjaga identitas daerah, Pemerintah Kabupaten Batang Hari kini kembali mengetuk pintu pemerintah pusat melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi, membawa satu agenda penting: masa depan Cagar Budaya Benteng Tembesi.

Selasa (29/9/2026), Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar melakukan audiensi bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi. Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya Pemkab Batang Hari melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Pesannya jelas: Benteng Tembesi tidak cukup hanya ditetapkan sebagai bagian dari warisan sejarah. Kawasan ini membutuhkan perhatian, pelestarian dan langkah revitalisasi yang nyata.

Audiensi tersebut menjadi ruang bagi Pemkab Batang Hari untuk mendorong perhatian, dukungan serta tindak lanjut dari pihak yang memiliki kewenangan dalam pelestarian kebudayaan.

Jangan Sampai Cagar Budaya Tinggal Nama

Benteng Tembesi memiliki nilai sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Batang Hari. Karena itu, keberadaannya bukan semata persoalan bangunan atau kawasan fisik.

Di baliknya terdapat sejarah, identitas dan memori kolektif masyarakat yang semestinya diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di Sinilah tantangannya.

Ketika sebuah kawasan telah memiliki nilai cagar budaya, pertanyaan berikutnya bukan lagi sekadar “apakah harus dilestarikan?”, tetapi “bagaimana memastikan pelestariannya benar-benar berjalan?”

Pemkab Batang Hari tampaknya mulai mendorong pertanyaan tersebut melalui rangkaian koordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga kebudayaan.

Revitalisasi Butuh Kolaborasi, Bukan Sekadar Wacana

Upaya mengembangkan Benteng Tembesi tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah seorang diri.

Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelestarian kebudayaan serta pihak terkait menjadi bagian penting dalam memastikan proses pelestarian berjalan sesuai ketentuan dan tetap menjaga nilai historis kawasan.

Pemkab Batang Hari pun menyatakan komitmennya untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya tersebut.

Jika langkah koordinasi ini berlanjut pada program konkret, Benteng Tembesi berpeluang tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang edukasi dan pengenalan sejarah daerah.

Namun satu hal menjadi kunci: jangan sampai perhatian berhenti di meja audiensi.

Sebab, sejarah tidak hanya membutuhkan seremoni untuk dikenang.

Sejarah membutuhkan tindakan agar tidak hilang.(DD)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.