BeritaNasional

Rumah Bunda Batang Hari Dibawa ke Panggung Nasional, Zulva Fadhil Bicara dari Dekat tentang Suara Perempuan

123
×

Rumah Bunda Batang Hari Dibawa ke Panggung Nasional, Zulva Fadhil Bicara dari Dekat tentang Suara Perempuan

Share this article

AIUEO.CO.ID,JAKARTA — Program Rumah Bunda Kabupaten Batang Hari mendapat panggung di tingkat nasional. Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari, Bunda Zulva Fadhil, tampil sebagai pembicara dalam Mata Lokal Fest 2026 yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Chubb Square, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Di hadapan peserta, Zulva membawa pengalaman Batang Hari dalam membangun program pemberdayaan yang tidak berhenti pada kebijakan atau kegiatan seremonial. Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan sebuah program pada akhirnya ditentukan oleh seberapa dekat manfaatnya dirasakan masyarakat.

Salah satu pendekatan tersebut diwujudkan melalui Rumah Bunda, sebuah ruang yang dirancang untuk menjadi tempat masyarakat, khususnya perempuan dan ibu-ibu, menyampaikan persoalan, mendapatkan pendampingan, sekaligus menemukan akses menuju solusi.

Menurut Zulva, kebutuhan terhadap ruang semacam itu muncul dari interaksi langsung dengan masyarakat. Berbagai persoalan tidak selalu disampaikan melalui forum resmi. Tidak jarang, masalah justru muncul ketika komunikasi berlangsung sederhana—dari obrolan, kunjungan, hingga mendengarkan curahan hati warga.

Dari proses tersebut, kata Zulva, terlihat bahwa masyarakat membutuhkan ruang yang bukan sekadar menerima laporan, tetapi juga mau menyapa, mendengar dan membantu menghubungkan warga dengan layanan yang tepat.

Bukan Sekadar Tempat Pengaduan

Dalam forum Mata Lokal Fest 2026, Rumah Bunda diperkenalkan sebagai inisiatif yang menggabungkan tiga fungsi utama: ruang pengaduan, pendampingan, dan jembatan antara masyarakat dengan layanan yang dibutuhkan.

Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima program, tetapi sebagai pihak yang ikut menyampaikan kebutuhan dan persoalannya secara langsung.

Bagi Zulva, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan tidak kehilangan konteks di lapangan.

Sebab, sebuah program bisa saja memiliki konsep yang baik di atas kertas. Namun tanpa mendengar suara masyarakat, kebijakan berisiko tidak sepenuhnya menjawab persoalan yang benar-benar mereka hadapi.

Melalui Rumah Bunda, Pemkab Batang Hari dan TP-PKK berupaya membangun pola komunikasi yang lebih dekat—dari mendengar persoalan, memahami kebutuhan, hingga mencari jalur penyelesaian yang memungkinkan.

Kehadiran Zulva Fadhil di Mata Lokal Fest 2026 sekaligus membawa pengalaman lokal Batang Hari ke ruang diskusi yang lebih luas: bahwa pemberdayaan masyarakat dimulai dari kesediaan untuk hadir, mendengar, dan tidak membiarkan suara warga berhenti sebagai sekadar keluhan.

Program Rumah Bunda kemudian menjadi contoh bagaimana ruang lokal dapat dikembangkan sebagai instrumen pelayanan sosial yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.