Berita

Sopir Truk Diduga Dikeroyok Saat Antre BBM di Rantau Puri, Istri Dilecehkan, Anak Trauma

98
×

Sopir Truk Diduga Dikeroyok Saat Antre BBM di Rantau Puri, Istri Dilecehkan, Anak Trauma

Share this article

AIUEO.CO.ID,BATANG HARI — Antrean pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu POM Rantau Puri, Kabupaten Batang Hari, Minggu (4/10/2026), berubah menjadi dugaan aksi pengeroyokan terhadap seorang sopir truk.

Sopir bernama Pandu Saputra, pengemudi truk bernomor polisi BA 8099 E, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa orang saat tengah mengantre pengisian BBM. Truk tersebut diketahui membawa bungkil dari Muara Bungo dengan tujuan Lampung.

Persoalan tidak berhenti pada dugaan kekerasan terhadap pengemudi. Menurut keterangan yang disampaikan kepada pihak kepolisian, dalam kejadian tersebut juga muncul bahasa yang diduga bernuansa Pelecehan terhadap istri korban. Bahkan anak korban disebut mengalami trauma setelah menyaksikan kejadian tersebut.

Bukan Sekadar Persoalan Antrean BBM

Kejadian ini menyisakan sejumlah persoalan yang perlu dijawab secara terang. Apa sebenarnya yang memicu? Siapa saja yang terlibat? Apakah benar terjadi pengeroyokan? Dan bagaimana dugaan kerusakan kendaraan korban bisa terjadi?

Pandu Saputra telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Laporan itu, berdasarkan informasi yang disampaikan korban, ditindaklanjuti oleh Bapak Yogi.

Dalam peristiwa tersebut, korban menyebut kendaraannya mengalami kerusakan, antara lain handel pintu truk rusak, pintu mengalami penyok, serta bemper samping mengalami kerusakan.

Kerugian materi memang dapat dihitung. Namun dugaan kekerasan, dugaan yang terungkap terhadap anggota keluarga, dan trauma yang dialami anak merupakan permasalahan berbeda yang memerlukan penanganan serius.

Polisi Didorong Membuka Terang Kronologi

Kasus ini kini berada dalam ranah penanganan kepolisian. Oleh karena itu, publik tentu mendapat kejelasan dari proses penyelidikan: apakah terdapat unsur pengeroyokan yang menunggu, siapa pihak-pihak yang terlibat, bagaimana kronologi awalnya, serta apakah kerusakan terkait kendaraan langsung dengan peristiwa tersebut.

Keterangan korban merupakan bagian penting dari perkara, namun pembuktian tetap membutuhkan pemeriksaan Saksi, rekaman CCTV jika tersedia, bukti kerusakan kendaraan, serta keterangan pihak-pihak lain yang berada di lokasi.

Yang juga penting adalah dugaan ucapan bernuansa mempertimbangkan terhadap istri korban. Jika benar terjadi, permasalahan tersebut tidak dianggap sebagai bagian kecil dari otoritas di antara BBM.

Antrean BBM Tak Boleh Menjadi Ruang Kekerasan

Antrean di fasilitas umum diselesaikan melalui aturan dan komunikasi, bukan dengan kekerasan.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan seorang sopir yang sedang menjalankan aktivitas distribusi barang antardaerah, sementara keluarganya disebut ikut terdampak secara psikologis.

Kini pertanyaannya sederhana: apakah kasus ini akan berhenti sebagai pemegang saham di antrean BBM, atau akan dibuka secara terang berdasarkan bukti siapa yang melakukan apa?

Publik menunggu langkah Polsek Muara Bulian untuk memastikan perkara tersebut diproses berdasarkan fakta, saksi, bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.