AIUEO.CO.ID, BATANG HARI — Transformasi pendidikan di Kabupaten Batang Hari mulai diarahkan semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital. Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief secara resmi membuka Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Pembimbing TKA (Tes Kemampuan Akademik) melalui Buku Digital Interaktif tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Batang Hari.
Kegiatan yang berlangsung 29 September hingga 1 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi tenaga pendidik agar tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang semakin cepat.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Fadhil didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari, Zulfadli. Pelatihan menghadirkan narasumber Risman Sikumbang, S.IP., M.Pd., serta diikuti kepala sekolah dan guru pembimbing dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Batang Hari.
Di hadapan para pendidik, Fadhil menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang berada di balik proses pembelajaran.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Melalui pelatihan buku digital interaktif ini, kita berharap kualitas pembelajaran di Batang Hari semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul serta berdaya saing,” ujar Fadhil.
Pemanfaatan buku digital interaktif diharapkan tidak berhenti sebatas perubahan dari buku konvensional ke perangkat digital. Lebih jauh, kemampuan tersebut ditujukan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, efektif, sekaligus relevan dengan karakter peserta didik di era teknologi.
Pelatihan ini juga menjadi ruang bagi kepala sekolah dan guru pembimbing untuk memperkuat kemampuan dalam memanfaatkan media pembelajaran digital, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dengan semakin berkembangnya teknologi pendidikan, tantangan bagi dunia pendidikan Batang Hari bukan lagi sekadar menyediakan perangkat digital, tetapi memastikan teknologi benar-benar mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Di titik inilah kompetensi guru menjadi kunci: teknologi boleh semakin canggih, tetapi kualitas pendidikan tetap sangat bergantung pada kemampuan manusia yang menggunakannya.(DD)












