Berita

Tak Mau Sekadar Formalitas, RSUD H Abdul Manap Jambi Jadikan Suara Pasien sebagai Dasar Pembenahan Layanan

55
×

Tak Mau Sekadar Formalitas, RSUD H Abdul Manap Jambi Jadikan Suara Pasien sebagai Dasar Pembenahan Layanan

Share this article

AIUEO.CO.ID,  JAMBI — RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan dengan menjadikan suara masyarakat sebagai bagian penting dalam evaluasi rumah sakit.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi, dr. Anastasia Yekti Heningnurani, MARS, dalam Forum Konsultasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang digelar di Aula Lantai IV RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi.

Anastasia menegaskan, forum tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan formalitas. Menurutnya, forum menjadi ruang bagi rumah sakit untuk mendengar langsung pengalaman, masukan hingga keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

“Ini bukan kegiatan formalitas. Forum ini memberikan ruang bagi kami untuk mendengarkan masyarakat, bagaimana pelayanan yang kami berikan dan apa saja yang masih harus kami perbaiki,” ujarnya.

Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Jambi, RSUD H. Abdul Manap memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, nyaman dan setara.

Anastasia mengatakan, ukuran keberhasilan rumah sakit tidak hanya dilihat dari tersedianya fasilitas medis, tetapi juga dari pengalaman pasien selama memperoleh pelayanan.

Karena itu, paradigma masyarakat menurutnya perlu ditempatkan bukan semata-mata sebagai penerima pelayanan, melainkan sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan.

“Kami ingin menjaga mutu pelayanan, terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kepuasan masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Anastasia mengakui RSUD H. Abdul Manap merupakan rumah sakit yang telah berdiri cukup lama, sehingga sejumlah fasilitas membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan.

“Memang kami tidak menampik bahwa rumah sakit ini sudah lama, sejak 2006. Karena itu, maintenance dan perbaikan menjadi bagian yang terus kami lakukan,” jelasnya.

Saat ini, RSUD H. Abdul Manap memiliki kapasitas 120 tempat tidur yang mencakup berbagai kebutuhan pelayanan, termasuk ruang intensif dan perinatologi.

Dari total tersebut, sebanyak 14 tempat tidur diperuntukkan bagi ruang intensif, enam tempat tidur untuk perinatologi, sedangkan 100 tempat tidur lainnya digunakan untuk pelayanan rawat inap.

Penguatan fasilitas juga dilakukan melalui pengembangan layanan jantung. RSUD H. Abdul Manap kini telah memiliki fasilitas catheterization laboratory atau cathlab untuk mendukung pelayanan kateterisasi jantung.
Fasilitas tersebut diperoleh melalui dukungan Kementerian Kesehatan dan menjadi bagian dari penguatan layanan prioritas KJSU, yakni kanker, jantung, stroke dan uroneurologi.

“Untuk jantung, kami sudah mendapatkan alat dari Kementerian Kesehatan, yaitu cathlab untuk kateterisasi jantung,” ungkap Anastasia.

Layanan tersebut mulai berjalan setelah RSUD H. Abdul Manap bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Anastasia menyebut pelayanan telah dimulai sejak akhir Mei 2026 dan terus berjalan hingga saat ini.

Namun, pengembangan layanan tersebut masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, khususnya belum tersedianya dokter spesialis bedah toraks, kardiak dan vaskular (BTKV).

Karena itu, pelayanan yang dapat dilakukan saat ini lebih diarahkan pada penanganan kasus tertentu, termasuk kondisi yang membutuhkan tindakan penyelamatan atau bersifat emergency.

Meski demikian, rumah sakit memastikan keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan untuk membedakan pasien.
Anastasia menegaskan, seluruh masyarakat mendapatkan hak pelayanan yang sama, baik pasien peserta BPJS Kesehatan maupun pasien umum.

“Kami tidak membedakan, BPJS atau tidak. Semua kami layani secara inklusif tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Ia menyebut sebagian besar masyarakat yang mendapatkan pelayanan di RSUD H. Abdul Manap merupakan peserta BPJS Kesehatan. Kondisi tersebut sejalan dengan sistem jaminan kesehatan yang semakin luas melalui universal health coverage.

“Kami bersyukur karena jaminan kesehatan sudah universal coverage. Harapannya, semua masyarakat bisa ter-cover untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Bagi RSUD H. Abdul Manap, pembenahan pelayanan bukan hanya soal menambah alat maupun fasilitas, tetapi juga memastikan masyarakat merasa didengar, dihargai dan mendapatkan pelayanan yang layak ketika datang untuk berobat.

(MT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.