AIUEO.CO.ID, BATANG HARI – Suasana kental kekeluargaan, hangat, dan penuh canda tawa mewarnai pelaksanaan masa reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari. Bertempat di lokasi wisata alam Danau Letang, Jl. Pramuka Rt.17 Perumnas Muara Bulian , kegiatan ini menjadi bukti nyata kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya.
H. Sudarto, S.P., Anggota DPRD Kabupaten Batang Hari dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hadir langsung di tengah masyarakat dengan satu tujuan utama: mendengar aspirasi, harapan, dan masukan demi kemajuan daerah yang dicintai bersama.
Kehadiran H. Sudarto disambut antusias oleh ratusan warga yang memadati lokasi, yang terdiri dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pengurus dari 2 RW dan 10 RT, serta warga Perumnas dan sekitarnya. Suasana akrab sudah terasa sejak awal acara ketika Ketua RT 17, T. Helmi menyampaikan kata Sambutannya.
Momen seru itu makin cair dan akrab saat H. Sudarto dengan sigap membalas pantun tersebut. Hal ini membuktikan bahwa jarak antara wakil rakyat dan masyarakat benar-benar tipis, penuh keakraban, dan bebas sekat.
Turut hadir mendampingi, Ketua DPD PKS Batang Hari, Sarbani. Dalam sambutannya, Sarbani menegaskan arti penting pertemuan ini sebagai wujud nyata tanggung jawab partai dan wakil rakyat.
“Reses ini adalah momen emas. Kami ada di sini sebagai jembatan. Aspirasi yang disampaikan hari ini adalah amanah, dan kami akan berjuang agar apa yang menjadi harapan warga bisa terwujud menjadi kebijakan dan pembangunan yang nyata,” tegas Sarbani mewakili kepengurusan partai.
Dalam pidato utamanya, H. Sudarto, S.P., menegaskan visi besarnya terhadap kawasan Danau Letang. Baginya, tempat ini bukan sekadar objek wisata atau tempat berkumpul warga semata, melainkan aset alam berharga yang menyimpan potensi ekonomi luar biasa besar bagi masyarakat.
“Danau Letang bukan hanya tempat indah untuk bersantai, tetapi simbol kekayaan alam yang harus kita jaga dan manfaatkan dengan bijak. Mari bersama-sama kita wujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan tentunya berpihak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar H. Sudarto di hadapan warga yang hadir pada pagi menjelang siang itu.
Ia mengakui, saat ini fasilitas dan sarana prasarana di kawasan ini masih apa adanya, yang merupakan hasil kerja keras dan gotong royong warga serta pengelola yang dipimpin Pak Anton. Namun, di balik kesederhanaan dan keasrian alam itu, Sudarto melihat peluang besar yang siap digarap demi kemajuan daerah.
“Kita bersyukur keindahannya masih alami dan luar biasa. Kendati sentuhan pembangunan pemerintah belum terlalu terasa maksimal, namun potensinya sudah ada dan menunggu untuk dikembangkan. Tugas kita bersama adalah mengubah potensi itu menjadi kenyataan yang menyejahterakan.
Inti utama kegiatan reses ini adalah menyerap segala masukan, usulan, dan harapan warga. Mulai dari usulan perbaikan lingkungan, permintaan fasilitas umum, hingga keluhan teknis terkait pengelolaan kawasan, semuanya didengar, ditampung, dan dicatat secara teliti oleh tim H. Sudarto.
“Semua yang disampaikan Bapak Ibu, khususnya apa yang disampaikan Pak RT tadi, sudah saya catat satu per satu. Insya Allah aspirasi ini tidak berhenti di sini. Masukan ini akan kami bawa ke forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang). Kami akan dorong Pemerintah Kabupaten Batang Hari berkenan memprioritaskan Danau Letang agar kelak menjadi ikon pariwisata andalan kita,” janjinya tegas.
Sudarto pun memaparkan rekam jejak perjuangannya selama ini saat bertugas di Komisi 2 DPRD. Ia telah bergerak aktif melakukan lobi dan koordinasi hingga ke tingkat Provinsi dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera. Berkat perjuangan dan kerja keras tersebut, sejumlah kemajuan nyata mulai terlihat:
✅ Pembersihan kawasan: Sudah mendapatkan dukungan dan bantuan dari Balai Air.
✅ Pembangunan Infrastruktur: Telah diusulkan pembangunan jogging track keliling danau untuk sarana olahraga sekaligus menunjang wisata.
✅ Potensi Perikanan: Bantuan 75.000 ekor bibit ikan asli danau dari Dinas Perikanan Provinsi telah resmi dilepasliarkan.
“Kami sudah koordinasi sampai ke tingkat pusat. Sudah ada tim teknis yang turun melakukan pengukuran, artinya kawasan ini sudah masuk dalam dokumen perencanaan. Tinggal kita kawal bersama dan berdoa, semoga tahun 2026 ini anggaran turun dan wajah Danau Letang berubah total menjadi kawasan modern namun tetap asri,” jelasnya penuh optimis.
Perjuangkan Keringanan Pajak, Status Tanah, hingga Fasilitas Wi-Fi
Berbagai persoalan krusial pun diangkat dalam diskusi hangat dan terbuka tersebut. Pengelola Danau Letang, Pak Anton, menyampaikan keluhan bahwa pihaknya wajib menyetor pajak daerah atau Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun perhatian dan alokasi pembangunan dari pemerintah dirasakan belum sebanding dengan kewajiban yang dibebankan.
Beliau juga memohon bantuan terkait kejelasan status aset tanah, serta menyampaikan kendala terhentinya bantuan fasilitas Wi-Fi yang sangat dibutuhkan pelajar serta mahasiswa yang sering melakukan penelitian atau sekolah lapangan di lokasi tersebut.
Mendengar hal itu, H. Sudarto langsung merespons dengan sikap tegas dan solutif.
“Kalau pemasukan dan kemampuan belum sebanding dengan besaran pajak yang ditetapkan, Pak Anton bisa ajukan permohonan keringanan. Nanti saya bantu dorong dan dampingi ke dinas terkait. Pemerintah harus adil, jangan hanya menerima setoran tapi abai membangun fasilitas penunjang. Soal status tanah dan aset, kita sudah bahas mendalam dengan pihak BWS dan Bagian Aset Pemda, ini sedang dalam proses klarifikasi dan pengalihan agar status hukumnya jelas dan sah,” ujarnya.
Terkait putusnya akses internet, Sudarto langsung berjanji akan menindaklanjuti secara khusus.
“Siap perjuangkan! Nanti saat saya melakukan kunjungan kerja ke provinsi, Pak Anton ikut saya langsung, kita temui kepala dinasnya berdua. Fasilitas ini sangat penting untuk pendidikan dan riset, tidak boleh dibiarkan mati,” tegasnya disambut tepuk tangan warga.
Di sela-sela pembahasan serius, suasana kembali cair dan hangat saat perwakilan ibu-ibu menyampaikan usulan yang agak berbeda, yaitu meminta perhatian lebih terkait bantuan transportasi warga. Menanggapi hal itu, H. Sudarto pun menjelaskan bahwa kepeduliannya bagi masyarakat sudah teruji puluhan tahun lewat program sosial yang nyata.
“Ibu-ibu sekalian, jangan khawatir. Kami sudah siapkan dua unit ambulan gratis: Dan ini sudah beroperasi puluhan tahun, melayani warga sampai ke Kerinci dan Padang sekalipun. Ini milik kita semua, silakan manfaatkan jika ada saudara yang sakit atau butuh bantuan darurat,” ujarnya dengan bangga.
Acara reses yang penuh makna ini ditutup dengan tekad bulat. H. Sudarto berjanji seluruh aspirasi yang masuk akan menjadi prioritas utama perjuangannya di DPRD Batang Hari. Bersama masyarakat, ia ingin memastikan Danau Letang tidak hanya indah dipandang mata, tapi juga berfungsi menjadi lokomotif ekonomi yang kuat, yang mampu mengangkat derajat kesejahteraan seluruh warga Muara Bulian dan Batang Hari pada umumnya.(Redaksi)












