Berita

Iduladha 1447 H: Bupati Batang Hari Serahkan Hewan Kurban dari Presiden RI, Makna Kedekatan Pemimpin dengan masyarakat 

123
×

Iduladha 1447 H: Bupati Batang Hari Serahkan Hewan Kurban dari Presiden RI, Makna Kedekatan Pemimpin dengan masyarakat 

Share this article

AIUEO.CO.ID,BATANG HARI – Suara takbir bergema memecah keheningan pagi Desa Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Rabu (27/5/2026). Di Masjid Asy-Syuhada yang penuh sesak jamaah, Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, hadir bersama keluarga besarnya dan jajaran pemerintahan untuk menunaikan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Momen suci ini kian istimewa, lantaran usai ibadah, Bupati secara simbolis menyerahkan hewan kurban yang merupakan amanah dan sumbangan langsung dari Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat.

Kehadiran Bupati Fadhil beserta istri, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forkopimcam, bukan sekadar memenuhi seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran pemimpin di tengah akar rumput. Di barisan saf yang sama, jabatan dan kedudukan melebur menjadi satu ketaatan di hadapan Allah SWT, menciptakan suasana persaudaraan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya usai salat, Bupati Muhammad Fadhil Arief membuka momen itu dengan ucapan selamat dan doa tulus. “Saya atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Batang Hari, mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Selamat menjalankan ibadah kurban. Semoga perayaan kali ini menjadi momentum emas bagi kita semua untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya dengan suara lantang dan penuh haru.

Lebih dalam, Bupati Fadhil mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi dua peristiwa besar yang bersejarah dan terjadi serentak di hari yang sama ini, yang menjadi inti dari perayaan Iduladha.

“Di hari yang sama, ada dua peristiwa agung yang sedang berlangsung. Pertama, saudara-saudara kita umat Islam dari berbagai penjuru dunia sedang berkumpul di Mina, melaksanakan rangkaian ibadah haji, termasuk melempar jumrah ‘Aqabah. Mari kita lantunkan doa terbaik: semoga mereka semua senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta perlindungan Allah. Semoga bisa menuntaskan seluruh rukun haji dan pulang ke tanah air sebagai haji yang mabrur, sehat walafiat, dan membawa berkah bagi sekitar. Amin Ya Rabbal Alamin,” ajaknya disambut gumaman aminn seluruh jamaah.

“Kedua, di tempat kita berpijak ini dan di seluruh penjuru dunia, kita melaksanakan ibadah kurban, dilambangkan dengan penyembelihan hewan ternak sesuai syariat. Dua ibadah besar ini—haji dan kurban—memiliki makna filosofis yang sangat dalam, bukan sekadar ritual, melainkan pelajaran hidup yang harus kita hayati dan terapkan,” lanjutnya.

Menurut Bupati, ibadah haji mengandung pesan kemanusiaan yang sangat kuat. Perjalanan panjang para jemaah mengajarkan kita bahwa hakikat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. “Haji mengajarkan kita untuk saling menghargai, saling menghormati, bahu-membahu, dan saling menolong. Jangan pernah menabur fitnah atau melakukan perbuatan tercela yang merugikan sesama. Di sana kita belajar hidup sederajat, hidup bersaudara tanpa sekat,” tegasnya.

Sementara itu, ibadah kurban yang dilaksanakan saat ini merupakan napak tilas sejarah pengabdian Nabi Ibrahim AS dan putra tercinta beliau, Nabi Ismail AS. Kisah agung ini, kata Bupati, adalah pesan tegas bagi manusia untuk terus membersihkan hati dan jiwa dari sifat-sifat buruk.

“Kurban bukan sekadar memotong hewan, tapi simbol dari upaya kita ‘menyembelih’ nafsu-nafsu hewani yang masih melekat dalam diri. Sifat serakah, egois, sombong, dan sifat buruk lainnya harus kita korbankan demi kemaslahatan bersama. Inilah hakikat sesungguhnya dari perayaan Iduladha: berkorban untuk menjadi manusia yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih dekat dengan Sang Pencipta,” paparnya.

Acara ditutup dengan penyerahan hewan kurban dari Presiden RI yang diterima langsung oleh perwakilan masyarakat, sekaligus makan bersama di halaman masjid. Di Desa Terusan ini, Iduladha 1447 H menjadi bukti nyata bahwa makna pengorbanan dan persaudaraan tetap hidup kuat, didukung kedekatan pemimpin dan masyarakat yang satu hati dalam beribadah dan berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.