Berita

Tingkatkan Kompetensi Guru, Batang Hari Gelar Pelatihan Baca Tulis Arab Melayu dan Adat Budaya Daerah

220
×

Tingkatkan Kompetensi Guru, Batang Hari Gelar Pelatihan Baca Tulis Arab Melayu dan Adat Budaya Daerah

Share this article

AIUEO.CO.ID,BATANG HARI, — Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat kemampuan baca tulis Arab Melayu di lingkungan pendidikan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Baca Tulis Arab Melayu dan Adat Budaya Batang Hari Tahun 2026, yang dibuka secara simbolis oleh Rektor Universitas Islam Batang Hari, Prof. Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I., di Balai Pelatihan Guru Muara Bulian, Senin (19/10/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pemberantasan buta baca tulis Al-Qur’an serta mendorong penguatan muatan lokal (Mulok) di sekolah-sekolah se-Kabupaten Batang Hari.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran, khususnya dalam pengenalan tulisan Arab Melayu dan pemahaman terhadap adat serta budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari, Zulfadli, menegaskan bahwa guru harus terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghadapi perkembangan zaman serta kebutuhan pendidikan yang semakin dinamis.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk memperdalam materi pembelajaran dan meningkatkan kompetensi dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.

“Guru harus terus belajar dan menggali pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Melalui pelatihan ini, materi yang disampaikan diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi guru,” demikian inti pesan Zulfadli.

Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan peserta selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Dengan penguatan pembelajaran Arab Melayu dan adat budaya Batang Hari melalui muatan lokal, generasi muda diharapkan semakin mengenal warisan budaya daerah sekaligus memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.