AIUEO.CO.ID,BATANG HARI -– Suasana penuh khusyuk dan haru menyelimuti Lapangan Sepak Bola Solok Payo, Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Sabtu (20/6/2026). Ribuan jamaah dari berbagai wilayah berkumpul untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama ulama kondang Ustadz H. Abdul Somad, Lc., M.A., Ph.D. Kegiatan ini berlangsung aman, tertib, dan meninggalkan kesan mendalam, bahkan disertai perubahan cuaca yang dinilai istimewa oleh warga setempat.
Mengusung tema “Ayah Berjuang Dalam Diam, Ibu Menangis Dalam Doa, Hijrah Menjadi Anak yang Membahagiakan Orang Tua”, acara ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang cukup jauh dari pusat kabupaten. Hadir secara langsung memberikan dukungan dan kehadiran, Camat Muara Tembesi Edi Purwanto, Kapolsek Muara Tembesi Iptu Sugeng, Danramil Muara Tembesi, Kepala Desa Rambutan Masam, serta jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Sejak pagi hari, suasana sudah terasa ramai. Mulai pukul 07.00 WIB, warga dari dalam maupun luar kecamatan berdatangan memenuhi lokasi. Kaum ibu lebih dulu mengisi tenda-tenda yang telah disiapkan, sementara para pemuda sibuk mengatur arus lalu lintas dan area parkir agar tetap lancar dan rapi. Sebelum acara dimulai, cuaca terasa sangat terik; matahari bersinar terang sejak pukul 09.00 WIB, sempat membuat panitia sedikit khawatir mengingat posisi panggung yang menghadap langsung ke arah datangnya sinar matahari.
Namun, kekhawatiran itu perlahan hilang begitu Ustadz Abdul Somad mulai menyampaikan tausiahnya. Langit yang tadinya cerah perlahan berubah mendung, panas pun sirna berganti suasana sejuk yang membuat ribuan jamaah semakin fokus dan khusyuk mendengarkan.
Tausiah Menyentuh Hati: Mengingat Pengorbanan Ayah dan Ibu
Dalam ceramahnya yang disampaikan dengan bahasa yang lugas, mengalir, dan mudah dipahami semua kalangan, UAS mengajak seluruh jamaah merenungi hakikat pengorbanan orang tua yang seringkali tak terucapkan dengan kata-kata.
“Ayah berjuang dalam diam, menahan lelah dan keringat demi menafkahi keluarga. Ibu berjuang dengan air mata dan doa, merawat serta mendoakan anaknya tanpa henti. Maka tugas kita sebagai anak adalah berhijrah — memperbaiki diri menjadi pribadi yang bisa membahagiakan mereka, bukan menjadi beban yang menyusahkan,” ujarnya dengan nada yang menyentuh hati.
Beliau juga menegaskan bahwa keberkahan sebuah negeri tidak datang begitu saja, melainkan bergantung pada lima pilar utama: pertama, ulama yang mengamalkan ilmunya; kedua, generasi muda yang memahami dan mengamalkan ajaran agama; ketiga, pemimpin yang adil dan amanah; keempat, ibu yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya; dan kelima, kepedulian terhadap sesama lewat sedekah kepada fakir miskin dan kaum duafa.
UAS mengingatkan agar masyarakat senantiasa memperbanyak majelis ilmu, menghormati para ulama, menjauhi perbuatan yang melalaikan, serta membimbing anak-anak dengan pendidikan agama agar tumbuh menjadi generasi yang saleh, berakhlak mulia, dan menjadi penyejuk hati kedua orang tua mereka. Di akhir tausiah, beliau mengajak semua jamaah untuk terus memperbaiki diri, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan mendoakan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan keamanan, kedamaian, serta keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Fenomena Cuaca: Gerimis Seusai Ceramah, Momen yang Penuh Makna
Satu jam lebih berlangsungnya tausiah, langit perlahan menurunkan gerimis ringan justru saat pesan-pesan penting disampaikan. Namun begitu acara selesai dan Ustadz Abdul Somad berpamitan melanjutkan perjalanan ke Desa Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir, hujan pun berhenti dan cuaca kembali cerah meski tidak lagi terik.
Bagi panitia dan warga setempat, perubahan cuaca ini bukan sekadar kebetulan. “Rasanya ini ada keberkahan tersendiri. Desa kami yang jauh dari pusat kota akhirnya dikunjungi ulama yang namanya dikenal hingga mancanegara. Ini jadi sejarah tak terlupakan buat Rambutan Masam,” ungkap Ketua Panitia Hermanto dengan nada haru dan bangga.
Pengamanan Maksimal, Acara Berjalan Kondusif
Dari sisi keamanan, kegiatan berjalan sangat lancar dan aman. Personel Polres Batang Hari bersama jajaran Polsek Muara Tembesi melaksanakan pengamanan secara terpadu, baik secara terbuka maupun tertutup. Pengaturan titik rawan, jalur masuk-keluar, hingga pengawasan area parkir dilakukan secara matang.
“Kami siapkan pengamanan penuh agar masyarakat bisa beribadah dan mendengarkan tausiah dengan tenang. Alhamdulillah, semuanya berjalan tertib dan kondusif. Ini wujud komitmen kami menjamin rasa aman bagi setiap kegiatan keagamaan yang bermanfaat,” ujar Kapolsek Muara Tembesi Iptu Sugeng.
Acara ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga meninggalkan pesan mendalam: setiap langkah menuju majelis ilmu adalah jalan menuju ridha Allah, dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi jalan turunnya rahmat bagi seluruh masyarakat.
(DD)












