Berita

Kasus Batu Bara Batang Hari Memanas: Warga Laporkan Terima Ancaman Diduga dari Oknum Polisi

179
×

Kasus Batu Bara Batang Hari Memanas: Warga Laporkan Terima Ancaman Diduga dari Oknum Polisi

Share this article

AIUEO.CO.ID,BATANG HARI, JAMBI – Polemik dugaan pengawalan angkutan batu bara yang melibatkan oknum aparat di Kabupaten Batang Hari kian panas. Kini, kasus ini merambah ke ranah hukum setelah seorang warga bernama Darwin Irianto dengan panggilan sehari-hari Astok Baron melaporkan adanya ancaman dan intimidasi yang diduga datang dari seorang anggota kepolisian berinisial HM.

Merasa keselamatan dirinya dan keluarganya terancam, Darwin ( Astok Baron ) resmi melaporkan peristiwa itu ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi pada Kamis (18/06/2026). Laporan ini disampaikan tak lama setelah ia menerima panggilan telepon yang diukur penuh tekanan pada Rabu malam (17/06/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut keterangan Darwin,(Astok Baron) penelepon tersebut menggunakan nomor yang diduga milik oknum polisi yang sebelumnya telah dikaitkan dalam sejumlah pemberitaan tentang dugaan pengawalan armada batu bara. Saat sambungan terhubung, percakapan berubah menjadi serentetan ucapan bernada ancaman, makian, hingga tekanan yang membuat suasana rumah tiba-tiba mencekam.

“Saya dak senang kamu bertiga yang jadi dalang ini. Hati-hati kamu ya. Aku petik satu-satu. Aku tembak kamu,” ungkap Darwin (Astok Baron) menirukan ucapan yang didengarnya dari penelepon.

Yang membuat situasi semakin buruk, ancaman itu tidak hanya didengarnya sendiri. Istri dan anaknya yang ada di ruangan saat itu juga menyimak percakapan dengan nada tinggi tersebut. Bahkan, sang anak sempat melontarkan pertanyaan polos namun menyayat hati: “Ngapo ayah, polisi itu begitu?”

Pertanyaan itu menjadi bukti nyata bahwa rasa takut telah merasuki seluruh anggota keluarga. Darwin menilai, peristiwa itu sudah melampaui batas kewajaran dan mengancam keamanan fisik maupun psikologis keluarganya.

“Kami hanya ingin keadilan dan perlindungan hukum. Saya harap Polda Jambi dan Polres Batang Hari bertindak tegas, profesional, dan terbuka. Jangan sampai ini menimbulkan keresahan lebih luas di masyarakat,” tegasnya.

Selain soal ancaman, Darwin alias Astok Baron juga mendesak agar dua isu utama ditelusuri tuntas: dugaan intimidasi terhadap warga yang dianggap menyampaikan informasi ke publik, serta dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas pengawalan/beking angkutan batu bara yang kini menjadi sorotan banyak pihak.

Kasus ini pun menarik perhatian nasional karena menyentuh dua hal sensitif sekaligus: kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, serta transparansi pengelolaan sumber daya alam dan strategi transportasi komoditas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang diduga terlibat belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab serta hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

PIMPINAN REDAKSI : ROBBY ZULHAD SE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.