Berita

Dorong Peningkatan Produksi, SKK Migas Dukung Field Trial (FT) Injeksi Chemical di Lapangan Meruap

93
×

Dorong Peningkatan Produksi, SKK Migas Dukung Field Trial (FT) Injeksi Chemical di Lapangan Meruap

Share this article

AIUEO.CO.ID,SOROLANGUN – SKK Migas menyambut baik peresmian Field Trial (FT) Injeksi Chemical di Lapangan Meruap, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Minggu (1/3/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat optimisme peningkatan produksi migas nasional, khususnya di tengah tantangan pengelolaan lapangan-lapangan matang.

FT Injeksi Chemical tersebut dilaksanakan oleh Kerja Sama Operasi Pertamina EP – Samudera Energy Bandar Wijaya Property (KSO BWP Meruap) sebagai bagian dari upaya optimalisasi produksi melalui penerapan Improved Oil Recovery (IOR). Program ini diharapkan dapat menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pencapaian target pengangkatan minyak yang terus ditingkatkan pemerintah.

Direktur Utama PT. Samudra Energy BWP Meruap, Pantja Sunu Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan SKK Migas yang telah membantu terlaksananya program FT Injeksi Kimia, mulai dari proses awal hingga pelaksanaan, sehingga dapat dilakukan sesuai dengan tata waktu yang telah ditargetkan. “Dukungan SKK Migas menjadi motivasi dan suntikan semangat bagi seluruh tim untuk dapat melakukan kegiatan dan produksi dengan semaksimal mungkin,”.

Ia menambahkan, proyek ini merupakan uji coba lapangan pertama di area Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Pertamina EP, sehingga diharapkan menjadi model pengembangan EOR/IOR di lapangan-lapangan sejenisnya. Bahan kimia yang diinjeksikan untuk 2 pola (M-15 dan M-47) ini menggunakan Starborn SeMAR, sedangkan 1 pola (M-07) akan memakai RCT A-127, dimana keduanya diproduksikan di dalam negeri.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto secara terpisah menyampaikan bahwa Lapangan Meruap saat ini telah memasuki tahap Pemulihan Tersier dan tergolong lapangan matang, dengan tantangan berupa penurunan tekanan reservoir serta peningkatan water cut. *Pelaksanaan uji coba lapangan ini menjadi secercah harapan untuk implementasi injeksi kimia dan extended stimulasi (ES) yang lebih masif di lapangan-lapangan matang di Indonesia.”*, jelasnya.

Hal ini menegaskan bahwa proyek FT Suntikan Kimia ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan yang ada, mengurangi ketergantungan terhadap eksplorasi risiko tinggi, serta menjaga kelaparan produksi minyak nasional di tengah dinamika energi global.

Djoko juga mengingatkan agar semua tim yang bekerja pada seluruh kegiatan Injeksi Kimia dapat menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi prinsip Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan. ”Keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas yang tidak dapat ditawar,”tutupnya.

Lapangan Meruap merupakan lapangan PT Pertamina EP yang dikolaborasikan dengan BWP Meruap dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) telah dimulai sejak Juli 2014, dengan produksi puncak mencapai sekitar 5.000 barel minyak per hari (BOPD) pada tahap produksi primer dan sekitar 2.500 BOPD pada tahap sekunder. Penerapan uji coba lapangan injeksi kimia pertama di wilayah KSO ini diharapkan dapat meningkatkan perolehan hidrokarbon yang dapat diproduksikan secara ekonomis hingga sekitar ±16% melalui 16 sumur, yang terdiri dari 3 sumur injeksi dan 13 sumur produksi. Selain itu, kegiatan ini juga ditargetkan dapat memberikan tambahan cadangan sekitar 50 ribu barel volume minyak serta menghasilkan produksi tambahan menjadi 280 BOPD, atau meningkat sebesar 50% dari produksi dasar untuk pola ketiga tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.