BeritaRegional

RSUD H Abdul Manap Jambi Buka Ruang Kritik, Dorong Pelayanan Publik Tak Sekadar Formalitas

24
×

RSUD H Abdul Manap Jambi Buka Ruang Kritik, Dorong Pelayanan Publik Tak Sekadar Formalitas

Share this article

AIUEO.CO.ID,  JAMBI — RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi terus berupaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan secara langsung. Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang digelar di Aula Lantai IV RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi.

Direktur RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi, dr. Anastasia Yekti Heningnurani, MARS, menegaskan forum tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan formalitas. Menurutnya, forum menjadi bagian penting untuk mengetahui secara langsung pengalaman masyarakat selama menerima pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Jambi tersebut.

“Ini bukan kegiatan formalitas. Forum ini memberikan ruang bagi kami untuk mendengarkan masyarakat, bagaimana pelayanan yang kami berikan dan apa saja yang masih perlu diperbaiki,” ujar Anastasia pada Selasa (11/8).

Ia menekankan, sebagai rumah sakit milik Pemkot Jambi, RSUD H. Abdul Manap memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, nyaman dan setara.

Dalam paradigma pelayanan publik saat ini, kata Anastasia, masyarakat tidak lagi sekadar ditempatkan sebagai penerima layanan. Masyarakat justru menjadi bagian penting dalam proses peningkatan kualitas pelayanan.

Karena itu, pihaknya terus mendorong penguatan mutu pelayanan, inovasi serta kepuasan masyarakat sebagai indikator penting dalam pengembangan rumah sakit.

“Kami menjaga mutu pelayanan, melakukan inovasi dan tentunya mengukur kepuasan masyarakat. Masyarakat bukan hanya penerima pelayanan, tetapi menjadi bagian penting dari upaya perbaikan pelayanan,” katanya.

Di sisi lain, RSUD H. Abdul Manap juga terus melakukan pembenahan terhadap sarana dan prasarana rumah sakit. Anastasia tidak menampik, sebagai rumah sakit yang telah berdiri sejak 2006, sejumlah fasilitas membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan secara bertahap.

Saat ini, rumah sakit tersebut menyiapkan kapasitas 120 tempat tidur yang dapat digunakan untuk pelayanan pasien. Kapasitas tersebut mencakup 14 tempat tidur untuk ruang intensif, enam tempat tidur untuk perinatologi, serta 100 tempat tidur untuk pelayanan rawat inap.

“Memang rumah sakit ini sudah lama, sejak 2006, sehingga maintenance dan perbaikan memang terus kami lakukan. Kami menyiapkan 120 tempat tidur yang memang layak ditempati,” jelasnya.

Penguatan pelayanan juga dilakukan melalui hadirnya fasilitas catheterization laboratory (Cathlab) untuk pelayanan kateterisasi jantung. RSUD H. Abdul Manap menjadi salah satu rumah sakit yang mendapat dukungan alat Cathlab dari Kementerian Kesehatan dalam penguatan layanan prioritas KJSU, yakni kanker, jantung, stroke dan uroneurologi.

Anastasia menyebut, pelayanan Cathlab mulai berjalan sejak Juni 2026 setelah sebelumnya rumah sakit melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung, khususnya dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

“Untuk jantung, kami sudah mendapatkan alat Cathlab dari Kementerian Kesehatan untuk kateterisasi jantung. Kami juga sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan pelayanan sudah dimulai sejak Juni,” ujarnya.

Meski demikian, Anastasia mengakui masih terdapat tantangan dalam pengembangan layanan tersebut. Salah satunya berkaitan dengan belum tersedianya dokter spesialis bedah toraks, kardiak dan vaskular (BTKV).

Karena itu, pelayanan yang tersedia saat ini masih diarahkan terutama untuk penanganan dan penyelamatan pasien dalam kondisi emergency yang membutuhkan tindakan kateterisasi jantung.

Dalam aspek pembiayaan, RSUD H. Abdul Manap juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang maupun status kepesertaan masyarakat.

“Kami tidak membedakan pasien BPJS atau bukan. Semua kami layani secara inklusif dan tanpa diskriminasi,” tegas Anastasia.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang mendapatkan pelayanan di RSUD H. Abdul Manap juga merupakan peserta BPJS Kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memastikan cakupan jaminan kesehatan masyarakat semakin luas.

“Kita bersyukur karena sudah universal coverage. Harapannya seluruh masyarakat bisa ter-cover untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Dengan penguatan fasilitas, pembenahan sarana prasarana, pengembangan layanan prioritas serta keterlibatan masyarakat melalui forum konsultasi, RSUD H. Abdul Manap berupaya memastikan rumah sakit milik Pemkot Jambi tersebut tidak hanya memiliki fasilitas yang semakin lengkap, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang lebih nyaman, bermutu dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(IMG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.