AIUEO.CO.ID, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menunjukkan langkah cepat dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Wali Kota Jambi, Maulana, secara langsung menyalurkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) periode Februari–Maret 2026 kepada masyarakat, Rabu (11/3/2026) di Kantor Camat Alam Barajo.
Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dari Perum Bulog serta 4 liter minyak goreng kemasan “Minyak Kita”. Penyaluran ini bahkan mencatatkan Kota Jambi sebagai daerah yang tercepat dalam distribusi bantuan pangan secara nasional.
Secara keseluruhan, bantuan pangan yang disalurkan mencapai 50.213 keluarga penerima bantuan pangan (KPB). Jumlah tersebut setara dengan 1.004.260 kilogram beras dan 200.852 liter minyak goreng yang didistribusikan kepada masyarakat.
Wali Kota Maulana menegaskan, program bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang momentum besar seperti Idul Fitri.
“Sebagai kebutuhan dasar manusia yang sangat vital, ketersediaan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Tanpa kecukupan pangan yang berkualitas dan terjangkau, berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan, pendidikan hingga produktivitas ekonomi dapat terganggu,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait agar penyaluran bantuan pangan dapat selesai sebelum Idul Fitri. Kecamatan Alam Barajo menjadi wilayah pertama yang memulai distribusi bantuan tersebut.
“Saya sudah perintahkan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar bantuan ini dibagikan sebelum Idul Fitri. Alhamdulillah, Alam Barajo menjadi yang pertama,” ujarnya.
Melalui program ini, Maulana menargetkan sekitar 20 persen masyarakat Kota Jambi tidak perlu lagi membeli beras dan minyak goreng menjelang Lebaran.
“Artinya masyarakat bisa mengalihkan pengeluaran tersebut untuk kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Selain bantuan pangan dari pemerintah, Pemkot Jambi juga menyalurkan berbagai paket sembako melalui program zakat dan bantuan sosial lainnya. Hingga Ramadan tahun ini, tercatat sekitar 80 ribu paket sembako telah disalurkan kepada masyarakat melalui Baznas dan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Jika digabungkan dengan bantuan pangan pemerintah, total bantuan yang telah tersalurkan mencapai sekitar 130 ribu paket sembako kepada masyarakat Kota Jambi.
“Jika dihitung, lebih dari 50 persen atau sekitar 55 persen masyarakat Kota Jambi menjelang Idul Fitri tidak perlu lagi membeli beras,” kata Maulana.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan para camat dan lurah untuk tetap siaga di wilayah masing-masing menjelang Hari Raya Idul Fitri guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Camat wajib standby di wilayahnya, dilarang mematikan HP dan meninggalkan wilayah mulai H-3 Idul Fitri,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Bulog Wilayah Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihudin, mengungkapkan bahwa Provinsi Jambi mencatatkan diri sebagai daerah dengan penyaluran bantuan pangan tercepat di Indonesia.
Berdasarkan data dashboard penyaluran bantuan pangan nasional, Jambi menempati posisi pertama dengan persentase penyaluran sekitar 2 persen, disusul Bali sebesar 0,9 persen dan Jawa Timur sebesar 0,2 persen.
“Ini menunjukkan bahwa Jambi menjadi yang tercepat dalam penyaluran bantuan pangan secara nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, percepatan distribusi bantuan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar.
“Dengan bantuan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, masyarakat setidaknya tidak perlu membeli beras dan minyak selama dua minggu. Hal ini secara langsung membantu menjaga stabilitas harga di pasar,” jelasnya.
Ia juga memastikan stok pangan Bulog di Jambi dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
“Saat ini tersedia sekitar 8.000 ton beras dan sekitar 700 ton minyak goreng yang siap disalurkan untuk menjaga stabilitas harga pangan,” tutupnya.
Penyaluran bantuan pangan ini merupakan hasil sinergi antara Badan Pangan Nasional, Bulog, Badan Pusat Statistik serta Kementerian Sosial dalam memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat, menjaga stabilitas harga pangan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.(*)
Tercepat Salurkan Bantuan Pangan Nasional, Maulana Pastikan 50 Ribu Lebih Warga Tak Perlu Beli Beras Jelang Lebaran












