Berita

Prihatin Korban Pemerkosaan, Kapolda dan Ditreskrimum Ogah Temui Massa Aksi Demo

145
×

Prihatin Korban Pemerkosaan, Kapolda dan Ditreskrimum Ogah Temui Massa Aksi Demo

Share this article

AIUEO.CO.ID,JAMBI  – Korban kecelakaan yang diduga dilakukan sejumlah oknum polisi sampai saat ini dinilai tidak transparan dan jujur. sehingga, massa aksi demo dari Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Wanita dan Anak langsung melakukan aksi di Mapolda Jambi.

Aksi bentuk tersebut menekankan terkait hebohnya Jambi dari kasus perencanaan dan satu persatu dari sekutu tersebut, terlihat mereka secara bergiliran menyuarakan kritikan terhadap kinerja Polda Jambi yang tidak tegas dalam menuntaskan kasus penipuan.

Seperti kritikan dari Arip Hidayatullah yang sekaligus kordinator massa aksi demo mengatakan, ia aksi bersama temannya yakni menuntut Kapolda jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar menuntaskan kasus permerkosaan yang dilakukan sejumlah oknum kepolisian dan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) secara transparan dan jujur.

Ayo bapak Kapolda Jambi lebih transparan dan jujur, periksa para pelaku dan jangan ada tutup-tutupi, jelasnya jumat, 13 Februari 2026.

Ia menyebutkan, Kasus yang disuarakan oleh para massa aksi sesuai yang terjadi di lapangan yang sebelumnya mengumpulkan wawancara dan bukti dari korban secara langsung, bahwa dalam perencanaan itu ada dugaan sekitar 7 orang oknum polisi dan 2 warga sipil.

“Nah, Sejauh ini masih ada 2 orang baru tersangka dan dua dari warga sipil dan 5 lainnya kemana, nah ini bahwasanya aparat kepolisian Jambi tidak transparan dan keterbukaan dalam penanganan kasus ini,” terangnya.

Kasus dugaan penipuan baik yang hadir di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan cara melakukan pembiaran korban diperkosa tentunya harus di panggil siapa saja pelakunya.

Terus ada juga kasus terkait TPPO, TPPO tersebut merupakan anak yang di perjual belikan harga dirinya ke batam dan sejauh ini sudah ada 2 tersangka namun ada 2 tersangka lainnya yang belum diungkapkan yang dibatam dan Jambi.

“Tentu kami rasa belum semua para pelaku yang di tersangkakan Makanya kami hadir di mapolda ini untuk menilai integritas dan kinerja dari kepolisian, Indikasinya kami menduga kasus ini, Menduga ya,. Ada kongkalikong, mungkin saja itu orang besar kan,” tuturnya.

Ia juga menyesalkan, aksi demo Didepan Polda Jambi dalam menyembunyikan terhadap korban perencanaan, Kapolda Jambi dan Ditreskrimum tidak membahas para massa aksi demo demi menjelaskan sejauh mana kasus perencanaan yang dilakukan sejumlah oknum polisi.

“Sampai saat ini belum ada yang mampu menghadapkan dan mendiskusikan kita untuk menjawab pertanyaan,”ujarnya.

Begitu juga Orasi Risma Pasaribu mengatakan marwah kepolisian jambi dipertaruhkan, kasus ini adalah overhead keras buat institusi kepolisan, Jambi dan ini provinsi yang sarat akan masalah-masalah mengerikan, belum selesai berbicara TPPO, perdangangan orang, kini terdengar kasus dugaan oknum polisi melakukan perlindungan anak perempuan berusia 18 tahun yang bercita-cita jadi polisi wanita.

Aksi massa demo datang membawa suara-suara yang berusaha di bungkam, dugaan oknum polisi lain yang juga serta dalam kasus ini juga harus dibuka ke publik dan di hukum seberat beratnya, tuturnya.

Ia menegaskan, Jangan sampai demi dugaan melindungi bau bangkai, nama harum Kapolda pak Krisno siregar yang masih baru menjabat di jambi jadi ikut bau busuk.

“Sekali lagi kami tegaskan usut dugaan keterlibatan oknum polisi lain dalam kasus kekerasan seksual yang terjadi di jambi,” katanya.

Diketahui, seorang perempuan menjadi korban kekerasan Seksual yang dilakukan sejumlah oknum polisi dan warga sipil di Kota Jambi dan korban langsung melapor ke Polda Jambi dengan Laporan teregistrasi dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/B/6/I/2026/SPKT/Polda Jambi, tertanggal 6 Januari 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.