BeritaNasionalOtomotif

Mobil Bahan minyak Bensin Bakal Ketinggalan Akibat Penemuan Baru Peneliti Korea

509
×

Mobil Bahan minyak Bensin Bakal Ketinggalan Akibat Penemuan Baru Peneliti Korea

Share this article

Aiueo, Jakarta – Peneliti Korea Selatan berhasil mengembangkan mobil listrik dengan baterai berbahan silikon, memungkinkannya melaju hingga 1.000 km dalam sekali pengisian daya. Temuan ini bisa mengakhiri era mobil bermesin cetus api yang ditenagai oleh BBM.
Sebab, salah satu hambatan utama dari transisi dari kendaraan bermotor tenaga bensin ke kendaraan listrik adalah soal jarak. Kapasitas baterai yang terbatas membuat konsumen takut beralih dari BBM.

Fokus penelitian para ahli dari Pohang University of Science and Technology di Korea Selatan adalah material silikon.

Bahan silikon banyak diteliti untuk digunakan dalam pembuatan baterai karena tersedia luas di berbagai belahan dunia. Namun, silikon juga punya karakter yang membuatnya bermasalah.


Ukuran elemen silikon bisa bertambah besar hingga tiga kali saat dicas, kemudian menyusut kembali. Oleh karena itu, banyak penelitian mencoba membuat baterai dengan bahan silikon berbentuk partikel nano yang ukurannya sangat kecil.

Permasalahannya, biaya untuk memproduksi partikel nano sangat mahal dan prosesnya sangat kompleks.

Peneliti dari Pohang punya pendekatannya yang berbeda. Mereka hanya menggunakan partikel silikon berkurang 1.000 kali lebih besar, yaitu dalam skala mikro. Elemen ukuran ini lebih mudah dan murah untuk diproduksi dengan kepadatan energi yang lebih lega.

Peneliti kemudian mencari solusi dari masalah kembang-kempis partikel silikon. Mereka menggunakan gel polimer elektrolit yang berubah bentuk ketika elemen silikon berubah bentuk. Gel ini kemudian dibungkus secara kimia dengan radiasi melalui tembakan elektron. Hasilnya adalah ikatan yang stabil meskipun partikel silikon kembang-kempis.

Selain itu, kestabilan baterai silikon buatan para peneliti setara dengan baterai lithium-ion standar, dengan kepadatan energi 40 persen lebih besar.

“Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion dengan kepadatan-energi-tinggi,” kata Park Soojin dari Pohang University.

Para peneliti menyatakan baterai rencana mereka dapat dengan mudah diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.