BeritaRegional

Ketua Komwil II APEKSI Dr. Maulana,  Memimpin Langsung Visitasi Lapangan Bersama Wali Kota Se-Sumbagsel 

256
×

Ketua Komwil II APEKSI Dr. Maulana,  Memimpin Langsung Visitasi Lapangan Bersama Wali Kota Se-Sumbagsel 

Share this article

AIUEO.CO.ID, JAMBI – Rangkaian Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI 2025, Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Komwil II APEKSI, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, memimpin langsung visitasi lapangan bersama para peserta yang terdiri dari wali kota se-Sumbagsel dan pendamping, Kamis (27/11/2025).

Visitasi dilakukan di dua lokasi utama, yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat Sijenjang dan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi, kompleks percandian Buddha-Hindu terluas di Asia Tenggara yang menjadi warisan peradaban penting di Indonesia.
Sebanyak 10 wali kota mengikuti peninjauan ke IPAL Terpusat Sijenjang, salah satu infrastruktur strategis milik Pemerintah Kota Jambi. Pada kunjungan tersebut, seluruh peserta melihat langsung proses pengolahan air limbah mulai dari sistem pretreatment, kolam aerasi, hingga unit pengolahan akhir.

Wali Kota Maulana menjelaskan peran IPAL Sijenjang sebagai upaya Pemkot Jambi dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“IPAL Sijenjang adalah bagian dari komitmen Kota Jambi menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi ruang berbagi praktik baik antar daerah, sehingga pembangunan lingkungan hidup di wilayah Sumbagsel dapat terus ditingkatkan.”
Usai meninjau IPAL, rombongan melanjutkan visitasi ke KCBN Candi Muaro Jambi. Para wali kota disebut Maulana terkesan oleh kemegahan peninggalan sejarah yang ada di kawasan tersebut.

“Mereka kagum dengan peradaban kita yang sangat unggul. Kita berharap museum di kawasan ini bisa segera diresmikan agar terbuka untuk umum dan semakin mendorong daya tarik pariwisata,” ungkapnya.

Maulana menambahkan, kunjungan tersebut juga menjadi ruang diskusi kecil antar kepala daerah mengenai jejak sejarah kawasan Sumatera Bagian Selatan. Hasil percakapan itu menunjukkan adanya kesamaan akar sejarah yang kuat.

“Dari diskusi kami, ternyata seluruh daerah yang hadir memiliki keterhubungan sejarah sebagai bagian dari Bumi Sriwijaya. Jika itu dirangkai, kita memiliki peradaban yang tua dan unggul,” jelas Maulana.

Kesamaan sejarah itu, menurutnya, menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi antarkota di wilayah Sumbagsel.
“Ini menjadi landasan bagi kolaborasi yang akan kita bangun bersama seluruh wali kota se-Sumbagsel untuk memajukan ekonomi secara bersama-sama,” tegasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.