BeritaRegional

Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, Secara Resmi Membuka Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD)

231
×

Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, Secara Resmi Membuka Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD)

Share this article

AIUEO.CO.ID,KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, membuka secara resmi Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Literasi Pajak serta Optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Rabu (26/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula BPPRD Kota Jambi itu diikuti 130 peserta, terdiri dari perangkat OPD terkait dan Forum RT se-Kecamatan dan Kelurahan.
Pada kesempatan yang sama, turut digelar edukasi pembayaran listrik tepat waktu dengan menghadirkan dua narasumber: Kepala UPTD Samsat Kota Jambi, Dr. Mustarhadi, M.H, serta Asman Niaga dan Pemasaran, Dabiroi.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi melalui BPPRD guna mendorong peningkatan penerimaan daerah. Ketua RT sebagai ujung tombak pemerintah diminta turut aktif dalam menyosialisasikan pentingnya kepatuhan pajak di lingkungan masyarakat.

Wali Kota Maulana menegaskan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengingat pajak masih menjadi pilar utama pembiayaan pembangunan.

“Kerja sama dengan Ketua RT sangat penting, sehingga warga tidak perlu jauh untuk membayar berbagai kewajiban pajaknya. Berbagai kemudahan sudah kita siapkan agar kesadaran masyarakat makin meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan sektor pajak akan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus didorong oleh Pemkot Jambi melalui penciptaan lokus ekonomi baru.

“Mungkin ke depan akan terus kita bangun lokus ekonomi baru agar roda ekonomi bergerak lebih cepat, dan otomatis pajak pun akan ikut meningkat. Ini adalah siklus yang harus kita perjuangkan bersama,” ungkapnya.

Maulana juga mengingatkan jajaran perangkat daerah agar tidak cepat puas, meski sejumlah sektor pajak telah mencapai target. Masih tersisa satu bulan efektif di tahun 2025 yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“Terus lakukan evaluasi, berikan pelayanan yang cepat dan ramah, dan tingkatkan koordinasi. PAD adalah penopang utama pembangunan Kota Jambi di tengah berkurangnya dana transfer pusat,” tegasnya.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Maulana menyebutkan bahwa berbagai program unggulan telah dijalankan untuk menjawab tantangan optimalisasi PAD. Ia berharap FGD ini mampu melahirkan strategi terbaik bagi peningkatan pendapatan dari sektor PBB, opsen PKB, dan PBJ-Penerangan Jalan.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Ardi, melaporkan bahwa dari total target penerimaan pajak daerah sebesar Rp112 miliar, telah terealisasi Rp83 miliar atau 74 persen.
“Kita masih perlu percepatan, terutama dari kendaraan dinas baik di tingkat Pemerintah Kota maupun Provinsi,” jelasnya.

Pada sektor PBB, capaian bahkan telah melampaui target, yakni 101 persen dari target Rp32 miliar. Realisasi mencapai Rp32,66 miliar termasuk PBJP listrik.

Ardi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Bank Himbara, sehingga pembayaran pajak kini dapat dilakukan setiap hari tanpa libur. Selain itu, Pemkot Jambi tengah menyiapkan penerapan barcode di setiap rumah melalui peran Ketua RT untuk memudahkan pengecekan status pembayaran pajak warga.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.