Berita

Tanpa Kembang Api, Tahun Baru di Kota Jambi Diwarnai Doa dan Donasi untuk Korban Bencana

80
×

Tanpa Kembang Api, Tahun Baru di Kota Jambi Diwarnai Doa dan Donasi untuk Korban Bencana

Share this article

AIUEO.CO.ID, KOTA JAMBI — Perayaan pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026 di Kota Jambi berlangsung khidmat dan penuh makna. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan pesta kembang api dan hiburan meriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memilih meniadakan euforia tersebut dan menggantinya dengan doa bersama serta penggalangan donasi kemanusiaan bagi korban bencana alam di Pulau Sumatera.

Kebijakan ini diambil sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang tengah dilanda musibah.

Dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya tiga provinsi di Sumatera yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh mengalami bencana alam yang menimbulkan duka mendalam.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan peringatan tahun baru kali ini diisi melalui program Nada Peduli Berbagi, yang memfokuskan kegiatan pada doa bersama dan pengumpulan bantuan kemanusiaan.

“Pergantian tahun ini kita isi dengan kegiatan yang lebih bermakna. Tidak ada euforia pesta kembang api, melainkan doa bersama dan penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana alam di Pulau Sumatera,” ujar Maulana, Kamis (1/1/2026).

Langkah tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Dalam waktu singkat, donasi yang terkumpul pada tahap kedua penggalangan dana mencapai Rp1,09 miliar.

“Sebelumnya sudah terkumpul Rp1,2 miliar, dan kali ini mencapai Rp1 miliar lebih. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Jambi atas kepedulian dan partisipasinya,” ungkapnya.

Maulana menjelaskan, perayaan tahun baru di Kota Jambi biasanya diwarnai hiburan dan pesta kembang api yang membutuhkan anggaran besar. Namun, melihat kondisi akhir tahun 2025 yang penuh duka akibat bencana alam, Pemkot Jambi memilih mengalihkan anggaran dan energi untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.

“Banyak saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang sedang mengalami musibah. Maka sudah sepatutnya kita menunjukkan solidaritas dan empati,” jelasnya.

Ia menilai, besarnya donasi yang terkumpul hanya dalam waktu dua hari menjadi bukti nyata tingginya kepedulian sosial masyarakat Kota Jambi.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Jambi memiliki kepedulian sosial yang luar biasa. Kegiatan yang biasanya bersifat euforia, kini kita ganti dengan doa bersama dan donasi, dan itu jauh lebih bermanfaat,” pungkas Maulana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.