BeritaRegional

Hari Disabilitas Internasional 3 Desember Momentum Penting Pemerintah Kota Jambi Dalam Memperkuat Nilai Inklusivitas

236
×

Hari Disabilitas Internasional 3 Desember Momentum Penting Pemerintah Kota Jambi Dalam Memperkuat Nilai Inklusivitas

Share this article

AIUEO.CO.ID,KOTA JAMBI – Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap 3 Desember kembali menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat nilai inklusivitas.

Dalam wawancara pada Rabu (3/12), Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan ruang, perlindungan, dan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas di Kota Jambi.

Maulana menyampaikan bahwa pada puncak peringatan tahun ini, pemerintah nanti akan menyalurkan sejumlah bantuan kepada penyandang disabilitas, khususnya anak-anak di berbagai sekolah.
“Kita dalam rangka Hari Disabilitas akan ada puncak acaranya dan saya akan memberikan bantuan-bantuan kepada saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus, terutama anak-anak di sekolah,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Maulana juga telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Pendidikan Inklusif. Dalam perwal tersebut, setiap sekolah diwajibkan menyediakan minimal 2 persen kuota bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang masih memungkinkan untuk belajar di sekolah reguler.

“Tidak boleh ada anak berkebutuhan khusus yang ringan ditolak sekolah negeri. Kalau yang membutuhkan penanganan khusus, tentu diarahkan ke sekolah luar biasa. Tapi untuk yang masih bisa mengikuti pendidikan umum, harus diterima,” tegasnya.

Wali Kota Maulana menekankan bahwa penghormatan dan perlindungan terhadap penyandang disabilitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Ia mencontohkan tindakan sederhana seperti menolong penyandang disabilitas menyeberang jalan sebagai bentuk kepedulian pribadi yang harus tumbuh di tengah masyarakat.

“Kota ini harus ramah bagi mereka. Saya memberikan ruang besar. Setiap event—festival, pameran, ataupun kegiatan seni—adik-adik berkebutuhan khusus kami beri kesempatan tampil untuk membangun kepercayaan diri mereka,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa banyak anak penyandang disabilitas di Kota Jambi memiliki bakat luar biasa.
“Ada yang bisa membatik, mewarnai, menyanyi, menulis. Hasilnya bagus-bagus, dan mereka percaya diri ketika diberi panggung,” jelasnya.

Lebih jauh, Maulana menyoroti kewajiban dunia usaha dalam memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Undang-undang mewajibkan perusahaan menyediakan posisi bagi tenaga kerja disabilitas sesuai kompetensi dan kebutuhan perusahaan.

“Sudah ada yang menerapkan, seperti di hotel dan kafe. Namun memang masih perlu perluasan, karena penyesuaian jenis pekerjaan juga harus diperhatikan,” tuturnya.

Maulana menutup dengan harapan besar agar Kota Jambi tumbuh sebagai kota yang benar-benar inklusif, membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi. “Insya Allah kota ini harus menjadi kota yang inklusif,” ujarnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.