Kesehatan

Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

789
×

Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Share this article

8 Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Artikel Kesehatan
Narkoba adalah narkotika dan obat-obatan yang bersifat adiktif serta dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental pada penggunanya jika disalahgunakan.

Obat-obatan tersebut memiliki senyawa dan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu, obat-obatan tidak boleh digunakan secara sembarangan tanpa pengawasan dokter.

Jika disalahgunakan, bukan hanya kecanduan, nyawa penggunanya pun dapat terancam.

Simak artikel berikut ini untuk penjelasan lebih lanjut mengenai dampak kecanduan narkoba dan kesehatan mental.

Bahaya dan Dampak Negatif Narkoba
Berikut sejumlah efek negatif dan bahaya narkoba.

1. Melemahkan Sistem Imun

Ternyata, asap dapat memicu imun lo,

Hal ini pun diungkapkan dalam penelitian yang dimuat Clinical Microbiology Reviews . Pada jurnal tersebut, disebutkan bahwa narkoba, seperti opium, kokain, dan ganja, dapat mempengaruhi sistem imun baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ketika sistem imun tubuh melemah, tubuh pun jadi lebih mudah terserang berbagai infeksi penyakit.

2. Rentan Terkena AIDS

Masih berhubungan dengan lemahnya sistem imun setelah tubuh bergantung pada narkoba, tubuh pengguna juga jadi rentan terkena AIDS.

AIDS adalah kondisi yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Pada pecandu narkoba yang sistem imunnya lemah, virus HIV akan lebih mudah masuk tubuh tanpa perlawanan berarti.

Lebih bahayanya lagi, penyakit AIDS ini dapat menular melalui hubungan seksual dan jarum suntik. Selain itu, ibu yang mengidap AIDS juga berisiko menularkan penyakit ini ke anaknya.

3. Gagal Jantung

Penyalahgunaan narkoba juga dapat mengganggu kerja jantung.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan The American Journal of Medicine , sabu, alkohol, dan opioid dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Bahkan, peluang terjadinya gagal jantung pada pecandu narkoba hampir sama dengan orang yang mengidap penyakit komorbid seperti kelainan irama jantung, penyakit jantung iskemik, dan penyakit ginjal kronis.

4. Gangguan Liver

Narkotika seperti ganja, sabu, dan kokain, dapat menjadi racun bagi hati. Ini sangat berbahaya, karena fungsi utama liver adalah sebagai penawar racun dalam tubuh manusia.

Nah , ketiga jenis narkotika ini bisa mengganggu fungsi hati, sehingga tidak dapat bekerja dengan baik. Tanpa adanya hati sebagai penawar racun di tubuh, kita jadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi.

5. Gangguan pada Otak

Narkoba juga dapat menimbulkan bahaya pada otak, karena racun di dalamnya bisa menyerang sel-sel dalam otak.

Dalam situasi tertentu, setelah mengonsumsi narkotika terlarang, otak bisa mengalami hipoksia (kekurangan asupan oksigen) dan overdosis.

Lebih parahnya lagi, narkoba juga bisa membuat otak mengalami dampak yang lebih serius, seperti cedera traumatis, stroke, penyusutan, dan lain-lain.

6. Gangguan Sistem Pencernaan

Narkoba sintetis seperti ekstasi dapat berbahaya untuk saluran pencernaan, karena dapat memicu komplikasi pembuluh darah pada lambung.

Lebih berbahayanya lagi, terkadang gangguan pencernaan akibat sensor narkoba sulit terdeteksi. Soalnya, gejalanya bisa mirip dengan yang terjadi bila kita terkena gangguan lain, anemia semisal, kolesistitis, porfiria akut, dan nefrolitiasis.

7. Gangguan Kognitif

Tidak perlu sampai terkena stroke, konsumsi narkoba juga bisa berpengaruh pada kemampuan berpikir atau fungsi kognitif.

Akibatnya, sehari-hari kita akan mengalami kesulitan saat harus belajar, mengingat, berkonsentrasi, dan memahami sesuatu. Bahkan, kita juga sulit mengendalikan dorongan atau impuls dari dalam diri.

8. Depresi

Tidak hanya fisik, narkoba juga dapat menyerang mental seseorang.

Menurut penelitian, banyak orang dengan gangguan kesehatan mental sekaligus kecanduan narkoba. National Institute of Health Sciences mencatat, sekitar orang dengan depresi juga punya masalah dengan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Narkoba memang bukan penyebab gangguan kejiwaan satu-satunya. Namun, reaksi otak setelah terpapar narkoba dapat berdampak buruk terhadap pola pikir dan suasana hati.

Zat dalam narkoba dapat memicu atau meningkatkan intensitas rasa sepi, sedih, dan putus asa. Emosi seperti ini banyak ditemukan pada pengidap depresi.

Ciri-Ciri Orang yang Kecanduan Narkoba
Berikut adalah tanda-tanda seseorang menjadi kecanduan mengkonsumsi narkoba adalah sebagai berikut:

Pecandu merasa tidak membutuhkan obat-obatan lain untuk pemulihan.
Saat lepas dari narkoba, muncul rasa depresi , pusing, keringat dingin, kegalauan, nyeri perut, hingga badan bergetar.
Tidak bisa lepas dari narkoba saat kecanduan sudah membuat banyak masalah kepada teman, keluarga, dan sekitarnya.
Sulit konsentrasi saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Kehilangan minat untuk melakukan hobi yang disukai sebelumnya.
Berisiko untuk melakukan kegiatan berbahaya, seperti menyetir dalam keadaan tidak sadar.
Tahan untuk tidak tidur, atau konsumsi makanan berlebih atau kurang.
Kondisi fisik tubuh lemah dan tak terkendali, mata terbuka, bau mulut, sering mimisan, hingga tubuh terlalu kurus atau gemuk.
Kecanduan dengan zat lain, seperti alkohol.
Menambah dosis saat menggunakan obat-obatan.
Tanda-tanda di atas mungkin terjadi bagi para orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak melakukan terapi dan pengawasan oleh psikolog maupun psikiater . Kemudian, pecandu yang terganggu kesehatan mentalnya pada umumnya bergaul dengan lingkungan dengan sesama pecandu, karena salah satu faktor penyebab zat hingga melebihi dosis adalah lingkup pertemanan.

Pengobatan dan Penyembuhan Penyalahgunaan Narkoba
Untuk menghentikan ketergantungan seseorang terhadap narkoba, perilaku pengguna narkoba pun perlu diubah. Oleh karena itu, diperlukan adanya terapi perubahan perilaku dalam proses rehabilitasi.

Dokter spesialis jiwa kedokteran Bina Husada (bagian dari Mitra Keluarga), dr. R. Windi Rachmawati Kusumah, Sp.KJ , menyatakan bahwa pengobatan narkoba akan fokus pada detoksifikasi terhadap lingkungan dan sosial, rehabilitasi medik, dan rehabilitasi perilaku.

Detoksifikasi terhadap lingkungan dan sosial pasien menjadi awal pemulihan sebelum rehabilitasi dilakukan. Tahap ini mudah gagal jika pasien kembali berinteraksi dengan lingkungan pertemanan sesama pecandu.
Rehabilitasi medik, dengan substitusi obat pengganti agar dapat keluar dari ketergantungan narkoba.
Rehabilitasi perilaku serta psikologis pasien, yang perlu dibantu oleh berbagai pihak, seperti keluarga, teman yang suportif, serta pengawasan psikolog atau psikiater.

Bahaya Narkoba Bisa Disembuhkan dengan Bantuan Psikolog dan Psikiater

Salah satu dampak narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya adalah kecenderungan mental yang terganggu. Kecanduan yang berkepanjangan tentunya dapat dibudidayakan dengan rehabilitasi rutin, dan konsultasi berkala dengan psikolog maupun psikiater untuk memperbaiki pola kehidupan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya! Jangan lupa untuk selalu sehat dan bahagia.

Sumber:

Berita Medis Hari Ini. 2022. Apa saja dampak penyalahgunaan narkoba?
WebMD. 2023. Tanda-tanda Kecanduan Narkoba
Badan Narkotika Nasional. 2019. Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan
Friedman, H., Newton, C., & Klein, TW (2003). Infeksi mikroba, imunomodulasi, dan penyalahgunaan obat. Tinjauan mikrobiologi klinis, 16(2), 209-219 .
Nishimura, M., Bhatia, H., Ma, J., Dickson, SD, Alshawabkeh, L., Adler, E., … & Thomas, IC (2020). Dampak penyalahgunaan zat terhadap rawat inap akibat gagal jantung. Jurnal Kedokteran Amerika, 133(2), 207-213 .
Pateria, P., De Boer, B., & MacQuillan, G. (2013). Kelainan hati pada pecandu narkoba dan zat. Praktik terbaik & penelitian Gastroenterologi klinis, 27(4), 577-596.
Pusat Kecanduan Amerika. 2023. Kerusakan Otak Akibat Narkoba & Alkohol (Apakah Efeknya Dapat Dipulihkan?)
Dimitrijević, I., Kalezić, N., Ristić, J., Bojović, O., & Dimitrijević, N. (2008). Kerusakan sistem pencernaan akibat penyalahgunaan zat. Acta chirurgica Iugoslavica, 55(3), 133-138 .
Vahabzadeh, M., & Mégarbane, B. (2020). Nyeri perut akibat opium yang dipalsukan: Isu yang muncul pada pecandu narkoba. Jurnal Psikiatri Dunia, 10(5), 95.
Gould, TJ (2010). Kecanduan dan kognisi. Ilmu kecanduan & praktik klinis, 5(2), 4 .
Quello, SB, Brady, KT, & Sonne, SC (2005). Gangguan suasana hati dan gangguan penggunaan zat: komorbiditas yang kompleks. Perspektif sains & praktik, 3(1), 13 .
Pusat Kecanduan. 2023. Depresi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.